Sejarah

Sabtu, 13 Januari 2018 | 21:27:44 | Dibaca : 1 Pembaca

SEJARAH NAGARI

Nama Sungai Pua berasal dari batang pua, batang artinya sungai sedangkan Pua adalah nama pohon, pohon pua ini tumbuh disepanjang pinggir batang / sungai yang membelah kampuang lidah api sampai Cingkariang. Saat ini kali tersebut dapat dilihat sebagai sungai mati, sungguhpun demikian curam dan lebarnya memberi bekas bagaimana derasnya arus air yang pernah mengaliri batang pua tersebut semasa masih berfungsi.Lahar puncak gunung Merapi juga mengalir ke sebelah Utara menuju Barat membentuk fungsi sungai (Limo Kampuang, Ampuah dan terus ke Limo Suku). Di pinggir kiri kanan sepanjang lahar yang mengalir itutumbuh batang pua yang tidak lebih dari 50 sampai dengan 70 cm. berwarna putih keungu-unguan sehingga membentuk suatu pemandangan yang indah, maka terbentuklah Sungai Pua

                   Menurut cerita, asal usul yang diketahui terdapat 8 orang nenek moyang yang dulunya turun temurun, yaitu :

a.      Sultan Marajo Dirajo beserta isterinya Putih Indah Jelita

b.      Suri (contoh teladan, penasehat) Dirajo Nan Banego-nego

c.      Cateri Reno Sudah

d.      Jati Bilang Pandai

Beserta pembantu-pembantunya

a.     Harimau Campo

b.     Kambing Hitam

c.      Kuciang Siam

d.     Anjiang Mualim

Menurut cerita yang diketahui dari kisah-kisah orang dahulu bahwa tempat penampungan penduduk Sungai Pua adalah Tanah Padang Rang Koto, dengan  pembagiannya sebagai berikut :

a.     Tanah padang, pembagian Rang Koto

b.     Air,  pembagian Rang Pili

c.      Tanjung, pembagian Rang Pisang

d.     Banda pembagian Rang Sikumbang

e.     Guguak, pembagian Rang Melayu

Pada tahun 1909, para pemuda Sungai Pua yang terdiri dari kaum Adat,  Agama dan Cendikiawan pergi mendalami ajaran Agama Islam ke Padang Japang  (Kabupaten 50 Kota) dipimpin oleh Syech Abbas Abdullah, yang sedikit banyaknya memberi warna kehidupan bagi masyarakat, sehingga pola pikir dan kehidupan masyarakat Sungai Pua, penuh dengan dinamika, kritis dan logis, serta taat adat, sudah menjadi pakaian orang Sungai Pua.

Pada bulan Juli tahun 1946, atas kehendak masyarakat dalam suatu Rapat Umum di Lapangan Sepak Bola Balai Panjang, dua Nagari yang dipimpin oleh dua Angku Palo, yaitu Angku Palo Limo Suku dan Angku Palo Kapalo Koto bersepakat menyatukan menjadi satu Nagari yaitu Nagari Sungai Pua, dengan Walinagari pertama adalah U. Dt. Garang,yang membawahi 5 (lima) Jorong yaitu :

a.  Jorong Limo Suku

b.  Jorong Tangah Koto

c.   Jorong Kapalo Koto

d.  Jorong Limo Kampuang

e.  Jorong Galuang

Ketika berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, yang aplikasinya tahun 1982, kelima Jorong tersebut merupakan sistem pemerintahan terendah, yakni Pemerintahan Desa. Sedangkan Nagari Sungai Pua merupakan kesatuan masyarakat hukum adat yang dikelola oleh kaum adat.

Setelah diberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang memberi peluang kepada daerah untuk mengatur pemerintahan terdepan sesuai dengan kreatifitas masing-masing. DiProvinsi Sumatera Barat ditetapkan sistim Pemerintahan terdepan yaitu Pemerintahan Nagari yang diatur dalam Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat Nomor 9 Tahun 2000, sehingga pemerintahan tersebut dinamakan dengan Nagari, dan dalam pelaksanaannya bernuansa filosofi “Adat Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabullah”.

Komitmen masyarakat untuk “kembali banagari” di Kabupaten Agam dipertegas dengan Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 31 Tahun 2001 tentang Pemerintahan Nagari, sehingga menjadikan Nagari Sungai Pua sebagai salah satu Nagari di Kabupaten Agam, yang wilayahnya meliputi 5 desa sebelumnya menjadi 5 jorong yang dipimpin oleh Pjs Walinagari.

Yang Menjabat Walinagari Sungai Pua sejak Tahun 1945 sebagai berikut :

1945-1950

U. Dt. Garang

1950-1952

H. Dt. Gaduang Basa

1952-1956

Z. St. Mangkuto

1956-1958

J. Dt. Tanbandaro

1958-1959

A.  St. Tumangguang

1959-1961

H. Ilyas

1961-1964

Bakar St. Bagindo

1964-1965

Zakaria St. Mangkuto

1965-1970

R. Dt. Bagindo

1970-1971

H. Muhammad Nur

1971-1979

A.   St. Nan Sati

2000-2002

H.A.S Dt. Sinaro Nan Gadang (Pj Walinagari)

2002-2008

Ir. H. L. Dt. Tumangguang Kampuang Basa

2008-2013

Drs. Feri Adrianto St. Sinaro

2013-2014

Masneli S.Pi (Pj Walinagari)

2014-2015

H. Sastra Budia

2015-2017

Drs Endri (Pj Walinagari)

2017-2017

Pithrianos S,Sos (Pj Walinagari)

2017-2023

Fiki Ananda A,Md

  • Bagikan